Wednesday, 17 October 2012

quiz ecommerce


Soal Pilihan Ganda
1. Yang bukan termasuk tahapan dalam evolusi e-commerce adalah
a. Brochurware
b. Customer Interactivity
c. Transcation Enabler
d. Market share

2. Dibawah ini urutan managemen Rantai Suatu produk ke Konsumen yang tepat adalah
a. Pemasok => Produsen => Gudang => Pengecer => konsumen
b. Produsen => Pemasok => Gudang => Pengecer => konsumen
c. Gudang => Produsen => Pemasok => Pengecer => konsumen
d. Produsen => Gudang => Pemasok => Pengecer => konsumen


3. Beberapa Model Bisnis Umum dalam sistem e-commerce adalah sebagai berikut kecuali
a. Direct to Customer
b. Intermediaries
c. Auction/Lelang
d. Email Marketing

4. Protokol standart yang dapat digunakan pada Ecommerce adalah, kecuali
a. Electronic Data Interchange (EDI)
b. Open Buying on the Internet (OBI)
c. Open Trading Protocol (OTP)
d. Electronic Wallet


Soal Essay.
1. Adakah keterkaitan antara e-bussiness, e-commerce, dan e-marketing?, jelaskan!.(15%)
2. Seperti apakah web ecommerce itu?,terangkan dan jelaskan contoh-contohnya. (15 %).
3. Terangkan bagaimana dampak/pengaruh teknologi terhadap perkembangan bisnis di Indonesia (15 %).
4. Terangkan Model Bisnis e-commerce dan kira-kira bagaimana penerapannya untuk UKM-UKM (Usaha Kecil Menengah) di Indonesia !.Apa yang harus dipersiapkan! (25%)
5. Terangkan fungsionalitas pengembangan usaha e-commerce dengan pendekatan karakteristik ekonomi digital. Bisa termasuk kelebihan dan kekurangannya(20 %)

Essay
1.       Keterkaitan e-bussiness, e-commerce, dan e-marketing sangat erat kaitannya. Saat ini banyak perusahaan menggunakan system yang bersifat online didalam menjalankan pemasaran produknya guna memperluas segmentasi market nantinya.Peluang untuk membangun jejaring dengan berbagai institusi lain tersebut harus dimanfaatkan karena dewasa ini persaingan sesungguhnya terletak pada bagaimana sebuah perusahaan dapat memanfaatkan E-Commerce untuk meningkatkan kinerja dalam bisnis inti yang digelutinya
Dampak dari teknologi untuk perkembangan bisnis di Indonesia sebagai berikut :
- Jangkauan global
- Pengurangan biaya operasi
- Perbaikan rantai pasokan
- Penambahan jam buka: 24/7/365
- Kustomisasi
- Model bisnis baru
- Spesialisasi vendor
- Kecepatan time-to-market
- Biaya komunikasi/koordinasi lebih rendah
- Efisiensi pengadaan
E-commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (consumers), manufaktur (manufactures), service providers dan pedagang perantara (intermediaries) dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer (komputer networks) yaitu internet.
Julian Ding dalam bukunya E-commerce: Law & Practice, mengemukakan bahwa e-commerce sebagai suatu konsep yang tidak dapat didefinisikan. E-commerce memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda.

Jika diklasifikasikan, sistem e-commerce terbagi menjadi tiga tipe aplikasi, yaitu:
· Electronic Markets (EMs).
EMs adalah sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan/menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan. Dalam pengertian lain, EMs adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan. Keuntungan fasilitas EMs bagi pelanggan adalah terlihat lebih nyata dan efisien dalam hal waktu. Sedangkan bagi penjual, ia dapat mendistribusikan informasi mengenai produk dan service yang ditawarkan dengan lebih cepat sehingga dapat menarik pelanggan lebih banyak.
· Electronic Data Interchange (EDI).
EDI adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksi reguler yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial.
Secara formal EDI didefinisikan oleh International Data Exchange Association (IDEA) sebagai “transfer data terstruktur dengan format standard yang telah disetujui yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer yang lain dengan menggunakan media elektronik”.
EDI sangat luas penggunaannya, biasanya digunakan oleh kelompok retail yang besar ketika melakukan bisnis dagang dengan para supplier mereka.
EDI memiliki standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehingga organisasi komersial tersebut dapat berkomunikasi secara langsung dari satu sistem komputer yang satu ke sistem komputer yang lain tanpa memerlukan hardcopy, faktur, serta terhindar dari penundaan, kesalahan yang tidak disengaja dalam penanganan berkas dan intervensi dari manusia.
Keuntungan dalam menggunakan EDI adalah waktu pemesanan yang singkat, mengurangi biaya, mengurangi kesalahan, memperoleh respon yang cepat, pengiriman faktur yang cepat dan akurat serta pembayaran dapat dilakukan secara elektronik.

· Internet Commerce.
Internet commerce adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi
informasi dan komunikasi untuk perdagangan. Kegiatan komersial ini seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirim melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.
Penggunaan internet sebagai media pemasaran dan saluran penjualan terbukti mempunyai keuntungan antara lain untuk beberapa produk tertentu lebih sesuai ditawarkan melalui internet; harga lebih murah mengingat membuat situs di internet lebih murah biayanya dibandingkan dengan membuka outlet retail di berbagai tempat; internet merupakan media promosi perusahaan
dan produk yang paling tepat dengan harga yang relatif lebih murah; serta pembelian melalui internet akan diikuti dengan layanan pengantaran barang sampai di tempat pemesan.

Karakteristik E-Commerce.
Berbeda dengan transaksi perdagangan biasa, transaksi e-commerce memiliki beberapa karakteristik yang sangat khusus, yaitu :
Transaksi tanpa batas
Sebelum era internet, batas-batas geografi menjadi penghalang suatu perusahaan atau individu yang ingin go-international. Sehingga, hanya perusahaan atau individu dengan modal besar yang dapat memasarkan produknya ke luar negeri.Dewasa ini dengan internet pengusaha kecil dan menengah dapat memasarkan produknya secara internasional cukup dengan membuat situs web atau dengan memasang iklan di situs-situs internet tanpa batas waktu (24 jam), dan tentu saja pelanggan dari seluruh dunia dapat mengakses situs tersebut dan melakukan transaksi secara on line.

Transaksi anonim
Para penjual dan pembeli dalam transaksi melalui internet tidak harus bertemu muka satu sama lainnya. Penjual tidak memerlukan nama dari pembeli sepanjang mengenai pembayarannya telah diotorisasi oleh penyedia sistem pembayaran yang ditentukan, yang biasanya dengan kartu kredit.

Produk digital dan non digital
Produk-produk digital seperti software komputer, musik dan produk lain yang bersifat digital dapat dipasarkan melalui internet dengan cara mendownload secara elektronik. Dalam perkembangannya obyek yang ditawarkan melalui internet juga meliputi barang-barang kebutuhan hidup lainnya.

Produk barang tak berwujud
Banyak perusahaan yang bergerak di bidang e-commercen dengan menawarkan barang tak berwujud separti data, software dan ide-ide yang dijual melalui internet.

Implementasi e-commerce pada dunia industri yang penerapannya semakin lama semakin luas tidak hanya mengubah suasana kompetisi menjadi semakin dinamis dan global, namun telah membentuk suatu masyarakat tersendiri yang dinamakan Komunitas Bisnis Elektronik (Electronic Business Community). Komunitas ini memanfaatkan cyberspace sebagai tempat bertemu, berkomunikasi, dan berkoordinasi ini secara intens memanfaatkan media dan infrastruktur telekomunikasi dan teknologi informasi dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari. Seperti halnya pada masyarakat tradisional, pertemuan antara berbagai pihak dengan beragam kepentingan secara natural telah membentuk sebuah pasar tersendiri tempat bertemunya permintaan (demand) dan penawaran (supply). Transaksi yang terjadi antara demand dan supply dapat dengan mudah dilakukan walaupun yang bersangkutan berada dalam sisi geografis yang berbeda karena kemajuan dan perkembangan teknologi informasi, yang dalam hal ini adalah teknologi e-commerce.
Secara umum e-commerce dapat diklasifasikan menjadi dua jenis yaitu; Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C).
Business to Business (B2B) adalah sistem komunikasi bisnis on-line antar pelaku bisnis, sedangkan Business to Consumer (B2C) merupakan mekanisme toko on-line (electronic shopping mall), yaitu transaksi antara e-merchant dengan e-customer

Dalam Business to Business pada umumnya transaksi dilakukan oleh para trading partners yang sudah saling kenal dengan format data yang telah disepakati bersama. Sedangkan dalam Business to Customer sifatnya terbuka untuk publik, sehingga setiap individu dapat mengaksesnya melalui suatu web server. Dalam kajian ini, untuk selanjutnya yang akan dibahas adalah Business to
Customer.

Mekanisme E-Commerce.
Transaksi elektronik antara e-merchant (pihak yang menawarkan barang atau jasa melalui internet) dengan e-customer (pihak yang membeli barang atau jasa melalui internet) yang terjadi di dunia maya atau di internet pada umumnya berlangsung secara paperless transaction, sedangkan dokumen yang digunakan dalam transaksi tersebut bukanlah paper document, melainkan dokumen
elektronik (digital document).

Kontrak on line dalam e-commerce menurut Santiago Cavanillas dan A. Martines Nadal, seperti yang dikutip oleh Arsyad Sanusi memiliki banyak tipe dan variasi yaitu :
Kontrak melalui chatting dan video conference;
Kontrak melalui e-mail;
Kontrak melalui web atau situs.

Chatting dan Video Conference adalah alat komunikasi yang disediakan oleh internet yang biasa digunakan untuk dialog interaktif secara langsung. Dengan chatting seseorang dapat berkomunikasi secara langsung dengan orang lain persis seperti telepon, hanya saja komunikasi lewat chatting ini adalah tulisan atau pernyataan yang terbaca pada komputer masing-masing.
Sesuai dengan namanya, video conference adalah alat untuk berbicara dengan beberapa pihak dengan melihat gambar dan mendengar suara secara langsung pihak yang dihubungi dengan alat ini. Dengan demikian melakukan kontrak dengan menggunakan jasa chatting dan video conference ini dapat dilakukan secara langsung antara beberapa pihak dengan menggunakan sarana komputer atau monitor televisi.

Kontrak melalui e-mail adalah salah satu kontrak on-line yang sangat populer karena pengguna e-mail saat ini sangat banyak dan mendunia dengan biaya yang sangat murah dan waktu yang efisien. Untuk memperoleh alamat e-mail dapat dilakukan dengan cara mendaftarkan diri kepada penyedia layanan e-mail gratis atau dengan mendaftarkan diri sebagai subscriber pada server atau ISP tertentu. Kontrak e-mail dapat berupa penawaran yang dikirimkan kepada seseorang atau
kepada banyak orang yang tergabung dalam sebuah mailing list, serta penerimaan dan pemberitahuan penerimaan yang seluruhnya dikirimkan melalui e-mail.
Di samping itu kontrak e-mail dapat dilakukan dengan penawaran barangnya diberikan melalui situs web yang memposting penawarannya, sedangkan penerimaannya dilakukan melalui e-mail.

Kontrak melalui web dapat dilakukan dengan cara situs web seorang supplier (baik yang berlokasi di server supplier maupun diletakkan pada server pihak ketiga) memiliki diskripsi produk atau jasa dan satu seri halaman yang bersifat self-contraction, yaitu dapat digunakan untuk membuat kontrak sendiri, yang memungkinkan pengunjung web untuk memesan produk atau jasa tersebut.
Para konsumen harus menyediakan informasi personal dan harus menyertakan nomor kartu kredit.
Selanjutnya, mekanismenya adalah sebagai berikut:
- untuk produk on line yang berupa software, pembeli diizinkan untuk men-download-nya;
- untuk produk yang berwujud fisik, pengiriman barang dilakukan sampai di rumah konsumen;
- untuk pembelian jasa, supplier menyediakan untuk melayani konsumen sesuai dengan waktu dan tempat yang telah ditentukan dalam perjanjian.

Mekanisme transaksi elektronik dengan e-commerce dimulai dengan adanya penawaran suatu produk tertentu oleh penjual (misalnya bertempat kedudukan di USA) di suatu website melalui server yang berada di Indonesia (misalnya detik.com). Apabila konsumen Indonesia melakukan pembelian, maka konsumen tersebut akan mengisi order mail yang telah disediakan oleh pihak penjual.
Pengertian e-Business atau definisi e-business adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dilakukan dengan menggunakan teknologi elektronik. E-business memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel. E-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.
Penggunaan sehari-hari, e-business tidak hanya menyangkut perdagangan elektronik atau e-commerce saja. Dalam hal ini, e-commerce lebih merupakan sub bagian dari e-business, sementara e-business meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik, termasuk pemasaran Internet. Sebagai bagian dari e-business, e-commerce lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat www atau Internet. Dengan menggunakan sistem manajemen pengetahuan, e-commerce mempunyai goal untuk menambah revenu dari perusahaan.
E-business berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk value chain: pembelian secara elektronik (electronic purchasing), manajemen rantai suplai (supply chain management), pemrosesan order elektronik, penanganan dan pelayanan kepada pelanggan, dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-business memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.

2. Beberapa contoh web ecommerce
Site Design, menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan tampilan website dan sistem menu yang dipergunakan.
Site Functionality, menyangkut beragam fasilitas dan kemudahan yang tersedia di website.
Customer Value, menyangkut berbagai aspek manfaat yang dapat secara langsung dirasakan oleh para pelanggan yang mengakses website terkait.

3. Perkembangan teknologi komunikasi dan komputer menyebabkan terjadinya perubahan kultur kita sehari - hari. Dalam era yang disebut “ information age ” ini, media elektronik menjadi salah satu media andalan untuk melakukan komunikasi dan bisnis. E-commerce merupakan extension dari commerce dengan mengeksploitasi media elektronik. Meskipun penggunaan media elektronik ini belum dimengerti, akan tetapi desakan bisnis menyebabkan para pelaku bisnis mau tidak mau harus menggunakan media elektronik ini. Pendapat yang sangat berlebihan tentang bisnis ‘dotcom’ atau bisnis on-line seolah-olah mampu menggantikan bisnis tradisionalnya (off-line). Kita dapat melakukan order dengan cepat di internet dalam orde menit, tetapi proses pengiriman barang justru memakan waktu dan koordinasi yang lebih rumit, bisa memakan waktu mingguan, menurut Softbanks Rieschel, Internet hanya menyelesaikan 10% dari proses transaksi, sementara 90 % lainnya adalah biaya untuk persiapan infrastruktur back-end, termasuk logistik. Reintiventing dunia bisnis bukan berarti menggantikan system yang ada, tapi justru komplemen dan ekstensi dari system infratruktur perdagangan dan produksi yang ada sebelumnya

4. - Milikilah situs web yang terkesan profesional
- Buatkan nomor telepon Hotline-nya
- Buatkan Voice Mail yg terdengar profesional
- Gunakan Alamat yg Benar dan Jelas
- Gunakan alamat email domain Anda
- Buat Kartu Nama yg representative
- Jangan menakut-nakuti mereka


5. Fungsionalitas pengembangan usaha e-commerce dengan pendekatan karakteristik ekonomi digital dilakukan dengan cara, memahami keberadaan E-Commerce dalam kerangka bisnis perusahaan bukanlah merupakan suatu hal yang mudah. Vince Barabba dari General Motors mengatakan bahwa diperlukan suatu kemampuan berfikir secara lateral (outside the box) untuk dapat memahami karakteristik dan peluang-peluang bisnis yang ditawarkan oleh E-Commerce dan kemampuan untuk melakukan “learning” harus dimiliki oleh segenap stakeholders perusahaan, lebih dari hanya sekedar “knowing” mengenai perkembangan teknologi informasi

EXPERT ADVISOR

Kemajuan bidang teknologi informasi dan komputer menjanjikan suatu fasilitas menarik dalam perdagangan forex (valas), yaitu penggunaan fitur trading otomatis (automated trading) dengan bantuan Expert Advisor.

Expert Advisor hanya dapat berjalan pada platform / software trading MetaTrader dan dibuat menggunakan bahasa pemrograman yang amat mirip dengan C++ untuk membantu mengambil keputusan dalam trading dan mengatasi kelemahan dari sifat manusia dalam bertrading, sebagai contoh : rasa lelah, takut, serakah, tidak konsisten, dan lain sebagainya.

Expert Advisor yang seringkali disebut robot forex dapat melakukan beberapa eksekusi trading secara otomatis dan relatif lebih cepat daripada manusia karena itu fasilitas ini sangat cocok bagi trader yang menginginkan kemudahan dalam trading. Trader tidak harus memantau pergerakan forex (valas) secara nonstop seperti apa yang umumnya dilakukan trader jika memiliki floating loss. Expert Advisor (Robot Forex) dapat mengambil alih dalam melakukan open order, close order yang telah profit, cut loss, ataupun money management. Tetapi patut diingat bahwa anda tidak dapat sepenuhnya bergantung terhadap Expert Advisor (Robot Forex) tanpa mengerti cara, dasar, dan mekanisme trading forex itu sendiri. Peran serta trader sangatlah penting dalam trading menggunakan robot forex, karena timing dan setting yang tepat dalam penggunaan Expert Advisor (Robot Forex) akan menentukan kesuksesan trader.
Expert advisor atau EA ini akan membantu juga dalam time man­agement seorang investor. Bukankah kita tidak mungkin untuk terus- menerus memantau monitor komputer mengamati perkembangan harga forex sepanjang hari? Memang bukan demikian juga cara trading yang benar. EA inilah yang akan membantu melakukan eksekusi buy atau sell secara konsisten sesuai programnya pada setiap waktu trading.
Jadi, perlu diperhatikan bahwa EA adalah alat bantu. Selanjutnya, patut diperhatikan para investor bahwa EA itu diprogramkan. Tidak semua kondisi pasar cocok untuk satu program EA. Para pembaca, sejujurnya, di dunia forex ini telah banyak pihak yang mengalami kerugian dengan menggunakan secara buta program atau software EA yang dimilikinya. Tentunya bukan maksud Anda membeli, menyewa, atau membuat expert advisor untuk kemudian dirugikan karenanya, bukan? Segala harapan profit, menjadi rontok.

Tetapi ada sejumlah investor juga yang berbahagia dan menik- mati profit oleh karena penguasaan yang memadai dalam hal ex­pert advisor. Ibaratnya di saat tidur pun profit itu datang sendiri. Anda Mau? Bila ya, Anda saat ini sedang membaca buku yang tepat

BAHAYA E-COMERCE

Menurut Wikipedia, e-commerce atau perdagangan elektronik merupakan penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya.
Contoh dari e-commerce yang paling sederhana adalah transakti jual beli yang dilakukan di situs jejaring sosial. Disana penjual sebagai pemilik akun, mempromosikan barang dagangannya melalui jaringannya. Seorang pembeli dapat memilihat barang atau jasa yang ditawarkan bila pembeli tersebut memiliki akun dalam situs jejaring sosial tersebut. Transaksinyapun sangat sederhana, pembeli hanya melakukan pemesanan melalui komentar atau sms lalu melakukan transfer ke nomor rekening yang dirujukan. Lalu barang akan dikirimkan melalui pos.
Sebenarya contoh diatas merupakan e-commerce yang tidak e-commerce, dikarenakan e-commerce merupakan aplikasi yang menerapkan proses transaksi komersial.
Seperti:
  • Transef dana secara elektronik. Transfer yang dimaksud adalah tranfer yang menggunakan identitas Kartu Kredit (Credit Card).
  • Segala aktifitas transaksi dari penjualan dan pembelian dilakukan oleh sistem.
Keuntungan menggunakan e-commerce:
  • Keefektifan waktu dan tenaga.
  • Kemudahan pembayaran.
  • Tidak perlu datang ke toko untuk melihat barang.
Bahaya e-commerce:
  • Penyalah gunaan identitas kartu kredit oleh orang selain pengguna.
  • Hati-hati terhadap penipuan. Bisa jadi penyedia barang atau jasa merupakan fiktif.
  • Hati-hati terhadap barang yang tidak sesuai dengan yang diharapkan (Contoh)

 

Analisis opurtunity marketing

Market Opportunity Analysis (MOA) -Analisis Peluang Pasar- adalah suatu proses yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk menentukan feasibility -kelayakan- dalam memasuki atau mengekspansikan operasinya pada pasar tertentu tentang [distribusi] barang dan atau jasa. Proses ini dapat diaplikasikan ke dalam operasi kargo udara untuk menentukan feasibility dari pembukaan ataupun perluasan pasar kargo udara (air cargo market) pada suatu bandara. Proses MOA ini melibatkan penilaian terhadap permintaan potensi-pasar eksternal (external market-potential demand), pemain-pemain lain yang berada di pasar (current players in the market), dan kebutuhan-kebutuhan pelanggan (customers' needs) -bersama dengan kapabilitas internal perusahaan untuk menentukan feasibilitas untuk mencapai pasar (feasibility of pursuing the market).


1 comment:

  1. nih gan example e-comerce yang bisa kita sebagai mahasiswa menerapkan :)
    mudah dan terjangkau..
    chek this out => www.kiostiket.com

    ReplyDelete